Apologizing used to be easy when I was far younger. Nggak berlama-lama juga. Seperti kata orang tua, "Kalau marah sama orang lain, jangan sampai matahari terbenam". And I always be the one who apologize first, no matter who started the fire.
Showing posts with label life. Show all posts
Showing posts with label life. Show all posts
Monday, April 27, 2020
What Happened To Eden
![]() |
| (Image is just illustration. No, that's not our Eden.) |
Eden.
Hampir tiga minggu berlalu sejak kepergiannya, dan lidahku masih tetap kelu setiap menyebut namanya. Aku lebih nyaman menyebutnya "Abang" setiap kali topik tentangnya muncul dalam obrolan keluarga. Well, Eden memang anak sulung kami, yang sayangnya harus ikhlas kurelakan bahkan sebelum aku bisa melihatnya.
Sunday, January 3, 2016
Dua Ribu Enam Belas
Hi again. It's been quite a while, ya.. *ngelirik tanggal post terakhir* Happy New Year, by the way. Kalo nggak salah, 2016 tahun Monyet Api. So I hope you'll be as hot as the fire but never get as ugly as a monkey.
Thursday, December 4, 2014
(Not) An Ordinary December 3rd
(Agak) lama nggak blogging, hari ini bawa banyak bahan (Yay!). Post ini bakalan lebih bertabur gambar daripada biasanya. Ehehe.
3 Desemberku tahun ini nggak dimulai dengan alarm dobel kaya biasanya, yang bunyi tiap jam 05.45, aku matiin, terus bunyi lagi jam 06.00. Nggak juga dimulai dengan acara kebangun random tengah malam buta yang dilanjut bengong sampai ketiduran lagi. Hari ini, aku mulai dengan rencana manis yang realisasinya agak meleset sedikit :))
Wednesday, October 8, 2014
Tiga Tangan Sang Waktu
Pagi tadi, seorang teman yang sudah agak lama aku tak mengobrol dengannya, menyapa lewat BBM. Katanya, dia kangen mengobrol denganku. Membaca pesannya membuatku tersenyum sendiri sambil memandang kosong pada monitor komputer di meja kerjaku.
Dulu, kami berlima. Ya, dekat, seperti model sahabat yang biasa kamu lihat di sinetron striping yang semua pemerannya sebenarnya sudah terlalu tua untuk tetap berseragam SMA. Setiap hari berbincang - lewat BBM, karena jarak membentang - tentang apa saja, tertawa, bahkan saling meledek tanpa menyaring bahasa. Saking biasanya dengan itu semua, sehari tanpa sapa terasa luar biasa hampa. Seperti itulah. Dan saat itu, kami pikir kami akan bersahabat seperti ini lama sekali.
Dulu, kami berlima. Ya, dekat, seperti model sahabat yang biasa kamu lihat di sinetron striping yang semua pemerannya sebenarnya sudah terlalu tua untuk tetap berseragam SMA. Setiap hari berbincang - lewat BBM, karena jarak membentang - tentang apa saja, tertawa, bahkan saling meledek tanpa menyaring bahasa. Saking biasanya dengan itu semua, sehari tanpa sapa terasa luar biasa hampa. Seperti itulah. Dan saat itu, kami pikir kami akan bersahabat seperti ini lama sekali.
Thursday, September 11, 2014
Post-Parting
Suatu hari, ketika terbangun di pagi buta, kamu hanya akan mengerjap-ngerjap sebentar sebelum kembali tertidur. Kamu tidak lagi bersegera mengambil handphone, lalu memasukkan username dia - yang walaupun kamu ingin lupa, kamu tidak bisa - ke semua social media, berharap menemukan update apapun darinya yang (mungkin) tidak tahu bahwa hal itu menjadi hobi barumu.
Kamu tidak lagi melakukannya, karena kabarnya tidak lagi menarik perhatianmu seperti dulu.
Matamu tidak lagi seperti bendungan kebobolan, yang sedikit-sedikit basah dan merembeskan air mata, lalu dalam hitungan menit juga membasahi seluruh wajah dan bantalmu.
Kamu tidak lagi melakukannya, karena rindu yang dulu menyesaki rongga dada dan kerongkonganmu itu, kini tidak terasa semenyiksa dulu.
Kamu tidak lagi melakukannya, karena kabarnya tidak lagi menarik perhatianmu seperti dulu.
Matamu tidak lagi seperti bendungan kebobolan, yang sedikit-sedikit basah dan merembeskan air mata, lalu dalam hitungan menit juga membasahi seluruh wajah dan bantalmu.
Kamu tidak lagi melakukannya, karena rindu yang dulu menyesaki rongga dada dan kerongkonganmu itu, kini tidak terasa semenyiksa dulu.
Tuesday, July 8, 2014
"Imagine All The People Living Life in Peace.."
So, I posted this on my SoundCloud account yesterday. Karena aku orang yang selalu punya alasan di balik semua yang aku lakukan, milih lagunya John Lennon inipun jelas ada alasannya.
Tuesday, July 1, 2014
Life is (Actually) Simple; Humans are Complicated.
"This is your life. Do what you want and do it often.
If you don't like something, change it.
If you don't like your job, quit.
If you don't have enough time, stop watching TV.
If you are looking for the love of your life, stop; they will be waiting for you when you start doing things you love.
Stop over-analizing, life is simple.
All emotions are beautiful.
When you eat, appreciate every last bite.
Life is simple.
Open your heart, mind and arms to new things and people, we are united in our differences.
Ask the next person you see what their passion is and share your inspiring dream with them.
Travel often: getting lost will help you find yourself.
Some opportunities only come once, seize them.
Life is about the people you meet and the things you create with them, so go out and start creating.
Life is short, live your dream and wear your passion."
*"Jarahan" blogwalking hari ini. Nemu di blognya Meliajani tadi :) *
Monday, June 30, 2014
Utopia 1.0: Perbedaan Adalah Perhiasan.
Hari Minggu yang tidak terlalu berbeda dengan biasanya. Langit berwarna biru-kelabu saat aku tiba di terminal bus sore itu. Akan segera kutempuh lagi tiga jam perjalanan menuju kota tetangga tempatku bekerja. Lelah? Tidak. Rutinitas mingguan ini sudah kurang lebih tiga tahun kulakoni. Begitu terbiasanya, hingga aku yang tadinya tidak bisa bepergian tanpa menenggak obat anti mabuk, kini sudah tak ingat lagi rasanya mabuk darat.
Kalaupun ada yang berbeda, hanyalah bahwa hari ini adalah hari pertama bagi umat muslim untuk berpuasa. Tidak banyak pengaruhnya padaku, karena aku tidak berpuasa.
Sambil memasang headset - karena musik adalah teman setiaku mondar-mandir tiga tahun ini - kulirik sekilas seorang wanita berkerudung yang baru saja naik bersama seorang pria berbaju koko mengekor di belakangnya. Wanita itu memilih duduk di kursi sebelah yang kebetulan masih kosong. Pria yang tadi mengikutinya, mengulurkan sebotol air mineral. "Untuk buka puasa," ujarnya. Wanita itu lalu meraih tangan sang pria, kemudian menyalami dan mencium punggung tangannya.
Saturday, June 28, 2014
Your Smile, My Peace.
Dulu, seseorang sering menasehati aku dan berkali-kali bilang, "Make peace with yourself, V," dan itu salah satu hal yang sampai sekarang masih nempel kuat di kepala setiap kali aku mengingat dia. Well, I did what he told me, like tried to find my peace. Dan dulunya, damaiku adanya di dia.
But yeah, as we all know, life sucks, big time. We no longer talk to each other now. Jelas, karena dulu aku merasa menemukan damai dalam diri dia, damai itu juga jadi nggak bisa terasa lagi sejak dia menghilang. Situasi memaksa aku untuk mencari 'kedamaian' di tempat lain.
I should consider myself lucky or probably God was just having mercy on me, aku nggak perlu waktu lama untuk akhirnya sadar kalau aku bisa merasa damai setiap kali aku mengeksploitasi seniman abal-abal dalam diriku. I found peace when I sing, or when I play my guitar, or when I doodle something, on pictures I captured, or when I write short poetic sentences. Aku senang dan merasa tenang waktu kumanjakan pikiranku dengan membuat sesuatu.
Dan waktu banyak orang pada bingung mencari damai, pagi tadi kutemui lagi damai, dalam bentuk yang berbeda.
Subscribe to:
Posts (Atom)

